Pada masa sebelum penjajahan, pendidikan di Indonesia belum tersusun dalam sistem sekolah formal seperti yang dikenal saat ini. Pendidikan berlangsung secara sederhana dan alami dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Proses pendidikan bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai budaya, adat istiadat, keterampilan hidup, serta kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat.
Pada masa praaksara, pendidikan dilakukan secara lisan dan melalui peniruan. Anak-anak belajar dengan mencontoh orang tua dan anggota kelompoknya. Pengetahuan yang diajarkan meliputi cara berburu, meramu, bercocok tanam, membuat alat dari batu atau kayu, serta cara bertahan hidup di lingkungan alam. Cerita rakyat, mitos, dan legenda digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai moral dan menjaga tradisi masyarakat.
Seiring masuknya pengaruh Hindu dan Buddha ke Nusantara, pendidikan mengalami perkembangan yang lebih terstruktur. Pendidikan pada masa ini umumnya diselenggarakan di lingkungan kerajaan dan tempat-tempat keagamaan seperti padepokan, asrama, dan vihara. Sistem pendidikan bersifat terbatas dan hanya dapat diikuti oleh kalangan bangsawan, pendeta, serta calon pemimpin kerajaan. Bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa digunakan dalam proses pembelajaran. Materi pendidikan meliputi ajaran keagamaan, filsafat, kesusastraan, ilmu pemerintahan, serta pengetahuan astronomi. Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Buddha yang penting di Asia Tenggara.
Masuknya Islam ke Indonesia membawa perubahan dalam sistem pendidikan. Pendidikan Islam berkembang lebih luas dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Lembaga pendidikan seperti masjid, surau, dan pesantren menjadi pusat pembelajaran. Pendidikan Islam menekankan pengajaran Al-Qur’an, hadis, fiqih, tauhid, serta pembentukan akhlak dan moral. Selain ilmu keagamaan, beberapa pesantren juga mengajarkan keterampilan dan pengetahuan umum. Para ulama dan Wali Songo memiliki peran besar dalam penyebaran pendidikan Islam di berbagai wilayah Nusantara.
Secara keseluruhan, pendidikan di Indonesia sebelum penjajahan memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat, menjaga nilai budaya, serta menyiapkan generasi penerus. Meskipun belum mengenal sistem pendidikan formal, proses pendidikan pada masa tersebut telah menjadi fondasi bagi perkembangan pendidikan di Indonesia pada masa selanjutnya.
0 Comments